Skip to main content

Featured

Suatu Titik Bernama Stasiun Cilebut

  Menjelang malam, Stasiun Cilebut memasuki jeda yang hanya berlangsung sekejap. Langit perlahan kehilangan warna birunya, sementara lampu-lampu peron mulai mengambil alih tugas matahari. Kereta masih datang dan berangkat sesuai irama yang telah dihafal rel-rel tua, mengantar orang-orang pulang, mempertemukan sebagian, dan meninggalkan sebagian yang lain dalam penantian. Di atasnya, bulan muncul tanpa tergesa. Bukan bulan yang bulat utuh, melainkan lengkung cahaya yang belum sempurna. Ia menggantung rendah di langit stasiun, seolah ikut menyaksikan setiap pintu gerbong yang terbuka, setiap langkah yang bergegas, dan setiap lambaian yang perlahan menghilang bersama suara peluit keberangkatan. Ketidaksempurnaannya justru membuat malam terasa lebih jujur. Sebab tak ada yang benar-benar utuh di tempat yang bernama stasiun. Selalu ada pertemuan yang dibatasi waktu, perpisahan yang ditunda, harapan yang masih menunggu kereta berikutnya, dan mimpi yang sedang menempuh perjalanan menuju tu...

Newton's cradle five-ball pendulum (office toy - I)

It just arrived safely this very morning, my Newton's cradle, which I bought like a month ago on eBay. It had been a while I wanted to have it on my desk. So one day, I browsed to see if there was any online shop selling the stuff. And there were a lot! 

I stumbled upon a very good offer on eBay for a small design of Newton's cradle five-ball pendulum, and it was free shipping. So, within a minute the colliding balls, which was named after the English physicist Sir Isaac Newton, was already on my shopping chart. 

I always wonder how this simple design, five small balls suspended by thin threads attached to two horizontal bars, works. I keep pulling one or two or three balls then release them and watch them rock back and forth. 

Comments

Popular Posts